March 24, 2013

Terapi Humanistik Eksistensial


Nama   : Nurulia Septyarini Fazria
Npm    : 18510910
Kelas   : 3PA01
Makul  : Psikoterapi


Terapi Humanistik Eksistensial

            Dasar dari terapi Humanistik adalah penekanan keunikan setiap individu serta memusatkan perhatian pada kecenderungan alami dalam pertumbuhan dan perwujudan dirinya. Dalam terapi ini para ahli tidak mencoba menafsirkan perilaku penderita, tetapi bertujuan untuk memperlancar kajian pikiran dan perasaan seseorang dan membantunya memecahkan masalahnya sendiri.
            Sasaran dari banyak sistem terapi humanistik adalah membuat individu mampu menerima kebebasan yang menimbulkan kekaguman untuk bertindak serta tanggung jawab  yang harus dipikul atas tindakan itu. Terapi eksistensial berusaha agar klien bisa keluar dari belenggu yang kuat itu dan mau menantang kecenderungan mereka yang sempit dan bersifat memaksa, yang merupakan ganjalan dari kebebasan mereka.

Tujuan Terapi Humanistik Eksistensial
            Terapi eksistensial menolong klien untuk bisa menghadapi kecemasan memilih untuk bisa menghadapi kecemasan memilih untuk diri sendiri dan kemudian menerima realistis bahwa mereka itu lebih dari sekedar korban dari kekuatan menentukan diluar diri mereka sendiri. Tujuannya adalah agar klien mampu melakukan tindakan yang berdasarkan pada tujuan otentik bagi terciptanya eksistensi yang bermutu.
            Tujuan psikoterapi adalah bukan menyembuhkan klien dalam artian yang konvensional, melainkan untuk menolong mereka sadar akan apa yang mereka lakukan dan membebaskannya dari peranan sebagai korban. Tugas eksistensial terapi adalah mengajar klien mendengarkan apa yang telah mereka ketahui tentang diri mereka sendiri, meskipun mereka mungkin tidak memperhatikan apa yang telah mereka ketahui.

Fungsi dan Peranan Terapis
            Yang paling dipedulikan oleh terapis eksistensial adalah memahami dunia subjektif si klien agar bisa menolongnya untuk bisa sampai pada pemahaman dan pilihan-pilihan baru. Fokusnya adalah pada situasi hidup klien pada saat itu, dan buakan pada menolong klien agar bisa sembuh dari situasi masa lalu. Yang terutama dipedulikan oleh terapis eksistensial adalah laku klien untuk melepaskan diri dari tanggung jawab, klien diajak untuk menerima pertanggungjawaban pribadi.
            Tugas sentral dari terapis adalah langsung mengkonfrontasikan klien ini dengan cara hidup  mereka dalam keberadaan terapis ini dan menolong mereka untuk bisa menyadari bahwa mereka sendiri ikut berperan dalam penciptaan kondisi semacam itu. Bisa dimisalkan terapis mengambil cermin agar klien bisa bercermin agar klien bisa bercermin hingga klien berkonfrontasi dengan diri sendiri.

Cara Terapi
Aplikasi: Prosedur dan Teknik Terapi
            Inti dari terapi ini adalah penggunaan pribadi terapis. Adalahpada saat pertemuan tatap muka saya atau anda itulah, pada saat keseluruhan pribadi terapis bertatapan dengan seluruh pribadi klien, maka proses terapeutik ada dalam posisinya yang terbaik.
Ada tiga tahap dalam proses konseling eksistensial,
·         Tahap pertama
Selama tahap pendahuluan konselor membantu klien dalam hal mengidentifikasi dan mengklarifikasi asumsi mereka terhadap dunia. Klien diajak untuk mendefinisikan dan menanyakan tentang cara mereka memandang dan menjadikan eksistensi mereka bisa diterima. Mereka meneliti nilai mereka, keyakinan, serta asumsi untuk menentukasn kesahihannya. Konselor mengajak mereka bagaimana caranya untuk bercermin pada eksistensi mereka sendiri dan meneliti peranan mereka dalam hal penciptaan problem mereka dalam hidup.
·         Tahap kedua
Selama tahap tengah dari konseling eksistensial  klien didorong semangatntnya untuk lebih dalam lagi meneliti sumber dan otoritas dari sistem nilai mereka.
·         Tahap ketiga
Tahap akhir dari konseling eksistensial berfokus pada menolong klen untuk bisa melaksanakan apa yang telah mereka pelajari tentang diri mereka sendiri. Sasaran terapi adalah memungkinkan klien untuk bisa mencari cara pengaplikasian nilai hasil penelitian dan internalisasi dengan jalan yang konkrit.

Kelebihan Terapai Humanistik Eksistensial
            Menurut pandangan eksistensial, kita mampu untuk sadar akan diri sendiri, yaitu kapasitas yang membedakan diri kita dengan makhluk lain yang membuat kita untuk mengenang dan mengambil keputusan.

Kekurangan Terapi Humanistik Eksistensial
            Tiadanya pernyataan  yang sistematik mengenai prinsip dan praktek psikoterapi. Juga sering dikritik sebagai yang tidak memiliki metode yang tegas. Keterbatasan dasar yang lain bisa saya  (penulis) pantau dalam pendekatan eksistensial adalah bahwa banyak dari konsepnya yang abstrak dan susah untuk diterapkan pada praktek terapi humanistik.





No comments: