March 31, 2015

Ternyata Benar, Pengalaman Ialah Guru Terbaik

Assalamualaikum reader
miss me ?? yeaaah i miss you too heheheee

Reader, Januari lalu aku sudah disahkan lulus, cieeee jadi sarjana nih ceritanya. Dan alhamdulillah Allah sudah limpahkan salah satu rizkinya saat aku dinyatakan lulus, bahkan saat aku masih berjibaku dengan skripsi tercintaku. 

Hmm, sebelumnya mari flashback ke masa lalu ku dulu ya reader.
Jeng jeng jeng jeeeeeeng…
Begini ceritnya, aku ini cewek yang aktif sejujurnya, biarpun gak eksis-eksis amat tapi aku seneng ikut kegiatan ini itu, event disana disini, sampe jalan-jalan kesana kemaripun aku juga seneng, teteuuuuup yah cewek.
Sedari aku masih berseragam putih merah dan putih biru aku sudah ikut eskul ini itu, tapi gak ada yang bertahan, makluuum ceritanya masih labil, ikut ini itu tapi gak ada yang sampai tamat alias say good bye di tengah jalan, hehe. Sampai akhirnya saat aku menginjak remaja dengan seragam putih abu, aku gabung di tiga eskul sekaligus yang notabennya baris-berbaris, bela diri dan organisasi siswa intra sekolah alias osis. Nah, kalian tau dua dari tiga eskul juga you dada bye bye, hahaha. Kenapa? waktunya gak cukup boo, seminggu dibagi sana sini waktunya. And then aku bertahan di osis akhirnya sampai tamat, alhamdulillah. Biarpun kadang suka ngebetein rapat melulu tapi betah dapet temen yang udah seperti saudara, susah senang kita lalui bersama, cie cie cieeeee..  

Nah, menginjak bangku kuliah, ceritanya aku gak mau ikut organisasi apa-apa nih karena dulu niatnya mau fokus kuliah dan gak mau terlalu capek kaya dulu. Dan ternyataaaaa aku gak tahan meeeen jadi kupu-kupu a.k.a kuliah pulang kuliah pulang. Rupanya gak enak gak ada aktifitas lain. Masa cuma rumah, kampus, main. Duh sungguh terlalu. Sampai akhirnya lihat liputan tv yang bahas tentang kegiatan sosial yang ada di pusat kotaku, aku tertarik. Lalu Allah swt antarkan aku ke rumah singgah itu, Master namanya. Yess, akhirnya aku gak jadi kupu-kupu lagi, yuhuuuuuu. Aku seneng banget gabung disana, saat itu juga kali pertamanya aku menjadi seorang pengajar. Ini dia, cita-citaku semasa kecil akhirnya tersampaikan jua, meski bukan guru sah di sekolah formal sih hehe. Aku banyak belajar nilai-nilai kehidupan disana. Belajar berbagi, belajar ikhlas dan belajar banyak bersyukur. Subhanallah.

Dua tahun berlalu, aku mencoba berkiprah di dunia yang lebih luas. Lebih formal dengan suasana kerja yang lebih real. Masih di dunia kependidikan, aku mencoba menjadi seorang tutor di bimbingn belajar, dan kali pertamanya interview pakai Bahasa Inggris boo, yah cas cis cus aja deh jawab sebisanya, eh Alhamdulillah rezeki gak kemana, aku diterima sebagai tutor IPA, Bahasa Inggris dan sesekali ngajar Matematika juga Calis (Baca Tulis). Sesuatuuu pengalamannya. 

Sampai akhirnya aku menjadi mahasiswa tingkat akhir. Saat itu aku berfikir,
“Duh, harus fokus skripsi nih.”
So, akhirnya aku lebih memilih untuk resign. Dan lalalaaaaaaa I’m free saat itu.  

Nggak sampai sebulan aku menghirup udara santai nan di pantai, uhuk.
Suatu hari, saat salat tarawih..

“Mbak Nurul, kuliahnya tinggal skripsi doing kan. Ngajar yah jadi guru BP di SMP”
“Haaaaaaahhh nggak salah” aku tercengang dalam hati
” Yah bu, saya lagi skripsi, baru mulai skripsi. Ini aja berhenti kerja di bimbel karena mau fokus skripsi.”
“Mbak Nurul kan jurusan Psikologi, jadi cocok bla bla bla bla..” dengan berbagai pernyataan si ibu meyakinkan ku. Tapi saat itu aku tetep berkata “Tidaaaaaak” hehehee

Si mamah dirumah nyaranin supaya aku ambil aja tawaran itu, katanya “Kesempatan kapan lagi, gak dateng dua kali. Sembari belajar juga. Nanti kalau udah lulus jadi udah punya kerjaan, kalau mau cari yang lebih baik ya monggo. Cari kerja zaman sekarang susah, kalau ada kesempatan jadi guru di sekolah di coba aja” begitulah nasihat si mamah.

Hmm, setelah nolak berkali-kali dan dapet saran dari si mamah tercinta, pun akhirnya aku terima tawaran menjadi guru BP di salah satu SMP swasta. Cihuuuuuuuuyyyy pengalaman pertama nih. Jadi guru sih udah gak asing lagi bagi ku, tapi fokusnya ini yang sama sekali belum ada pengalaman, guru BP.
Dan akhirnya diawal aku berjibaku dengan skripsi yang panjang perjalanannya aku sah menjadi guru BP di salah satu SMP swasta, SK pun turun. Wah saat itu aku masih belum percaya kalau aku sudah resmi menjadi seorang guru, hihihiiii.

Lucunya, kali pertama aku datang kesekolah aku disangka kakanya anak murid doooongg. Hmm kadang disitu saya merasa sedih, eh tapi seneng juga sih. Berarti masih unyu-unyu. Padahal mah efek badan yang mungil nan kecil hahahaaaa. Sabar yah uyuuuuung.

Nyekripsi sambil kerja. Alhasil aku sampe jungkir balik ngerjainnya. Beruntung punya sahabat-sahabat yang baik hati mau bantu dan sabar kalo ditanyain, maklum kadang suka lupa ini itu, tapi boong hahahaaa. Terus punya orangtua yang selalu kasih dukungan moril supaya aku tetep semangat dan gak mudah nyerah. Ditambah disekolah aku banyak belajar dari para senior, terlebih sama si ibu yang ngajak aku gabung disana. Beliau keren banget menghadapi siswa. Oia sekarang banyak berteman dengan ibu bapak lho, hahahaa iya atuh secara mereka kan senior. Tapi mereka kok yang kebawa muda, bukan aku yang kebawa tua. Ah masaaaaa, hahaaaa.

Kata beliau “Saya bisa karena pengalaman bu, kalau ibu kan teorinya sudah dapat dikuliah”
Yapp, bener. Pengalaman emang guru yang paling baik, cieeeee pengalaman, aigoooo apa sih hahahaaa.
Sampai akhirnya aku pun lulus juga, sah jadi sarjana psikologi, horeeee Alhamdulillah barakallah ya ukhti akhi J

Dan hingga detik ini aku masih bergelut dan berjuang menjadi seorang guru BP yang ingin menjadi lebih baik untuk siswanya hari demi hari. Alhamdulillah rezeki anak sholeh yah katanya, hihiiiii. Amin ya Allah.

Disana, tiap hari aku belajar. Dari yang sebelumnya aku ragu sampai yakin menghadapi masalah siswa yang begitu beragam. Menghadapi orangtua murid dengan segala rupa emosinya.  

Hmm, terimakasih ya Allah untuk rizki mu. Disaat orang lain setelah dinyatakan menjadi sarjana langsung berjibaku mencari kerja, Alhamdulillah aku sudah mendapat kerja sesuai keinginanku maskipun sebelumnya gak pernah terpikirkan bahkan menghindari profesi guru BP hehe. Allah berikan rizki pun saat aku belum menginginkan, namun rupanya aku sangat butuhkan nantinya ternyata. Alhamdulillah ya rabb.

Tetap semangat untuk teman-temanku yang sedang berjuang diluar sana. Menggapai mimpinya usai empat tahun bergelut dibangku kuliah dengan penantian kesabaran. Insya Allah, Allah akan berikan rizkinya pada saat yang tepat. Saat kita ingin atau tidak inginkan. Saat kita butuh atau mungkin sudah tidak kita butuhkan. Saat tepat sesuai rencana atau jauh diluar rencana kita. Tapi yakinlah, apa yang Allah berikan adalah apa yang terbaik untuk kita. Kadang apa yang kita inginkan ialah bukan yang terbaik untuk kita, tapi apa yang kita tidak inginkan rupanya benar-benar yang terbaik untuk kita.

Tetap bersyukur dan istiqomah ya ukhti akhi yang soleh dan sholelah. Allah ada bersama doa-doa kita yang indah. Insya Allah niat baik kita akan berbalas. Karena dimana ada niat baik, disitu ada kebaiakan. Allahu akbar!

Go go go fighting!!!

Sekian reader, semoga bermanfaat dan terbagi inspirasi bagi kalian yang membacanya.

Salaaaaam J




March 4, 2015

Moving class nursery farm and mas mountain

Naak, hari ini kita banyak belajar hal baru. Mulai dr mencangkok, menyusuri perkebunan dan perternakan, berkuda, membuat tembikar, menangkap ikan, sampai mendaki. Semua diberi agar kalian lebih mencintai alam, lebih mengenal karya seni nan indah, lebih mengenal apa itu arti solidaritas dan masih banyak hal positif lainnya. Tapi yang terpenting dari sekian hal itu, agar kalian lebih mesyukuri keindahan yang diciptakan Allah swt.
Oya kamu tau gak naaaak ini pengalaman pertama ibu bimbing sekia  banyak anak di alam bebas. Awalnya ibu khawatir tapi ibj yakin kalian semua bisa ibu percaya, dan alhamdillah meski agak sedikit dibanjiri dengan keruwetan tapi jika ibu lihat senyum sumringah dari wajah kalian, rasa lelah ibu terbayarkan.
Ibu bangga lihat kalian semua punya semangat yang tinggi untuk hal-hal positif dan sederhana ini. Dan kamu tau ini kali pertama ibu belajar mendaki dan bersama kalian, menjaga kalian .
Betapa kalian tahu, apa yang buat ibu lega, buat ibu tenang bukan karena materi. Tapi melihat kalian semua tersenyum, melihat kalian semua miliki sikap yang baik dan santun, melihat kalian semua bersemangat meraih cita.
Ibu selalu mendoakan apa yang terbaik untuk kalia  semua nak, kelak ibu yakin kaliannakan menjadi seseorang yang jauuuuuhh lebih sukses dari pada guru-guru mu nak. Jika dihari tua nanti ibu bisa banggakan kalian kepada orang lain "itu muridku"
Kalian tahu, bukan hanya sekedar materi yang dikejar saat-saat ibu sedang bekerja. Melainkan ibu mengejar akhlak kalian yang semoga kian hari kian bertambah baik, memgejar senyum sayang kalian pada ibu.
Pun menjadi seorang guru ialah pekerjaan yang begitu mulia. Cita-citamu diawali oleh jasa bapak dan ibu guru mu nak.
Jadi selalu doakan gurumu , doakan selalu sehat agar memberi jasa sampai maut memanggilnya. Kelak kitaa akan berkumpul kembali di surga nak, amin ..