November 17, 2012

Multikulturalisme



Nama    : Nurulia Septyarini Fazria
Npm      : 18510910
Kelas     : 3PA01
Tema     : Multikulturalisme


Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.

Definisi
Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu.
 “Multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)
 Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
 Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174).
Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)
Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar).

Sejarah Multikulturalisme
Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara-bangsa (nation-state) sejak awal abad ke-19. Monokulturalisme menghendaki adanya kesatuan budaya secara normatif (istilah 'monokultural' juga dapat digunakan untuk menggambarkan homogenitas yang belum terwujud (pre-existing homogeneity). Sementara itu, asimilasi adalah timbulnya keinginan untuk bersatu antara dua atau lebih kebudayaan yang berbeda dengan cara mengurangi perbedaan-perbedaan sehingga tercipta sebuah kebudayaan baru.
Multikulturalisme mulai dijadikan kebijakan resmi di negara berbahasa-Inggris (English-speaking countries), yang dimulai di Afrika pada tahun 1999. Kebijakan ini kemudian diadopsi oleh sebagian besar anggota Uni Eropa, sebagai kebijakan resmi, dan sebagai konsensus sosial di antara elit. Namun beberapa tahun belakangan, sejumlah negara Eropa, terutama Inggris dan Perancis, mulai mengubah kebijakan mereka ke arah kebijakan multikulturalisme. Pengubahan kebijakan tersebut juga mulai menjadi subyek debat di Britania Raya dam Jerman, dan beberapa negara lainnya?

Jenis Multikulturalisme
 Berbagai  macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
1.        Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
2.       Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
3.       Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
4.       Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
5.        Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Multikulturalisme di Indonesia
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu (Linton), maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
Dari sinilah muncul istilah multikulturalisme. Banyak definisi mengenai multikulturalisme, diantaranya multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia -yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan- yang menekankan tentang penerimaan terhadap realitas keragaman, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahamni sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam “politics of recognition” (Azyumardi Azra, 2007). Lawrence Blum mengungkapkan bahwa multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan dan penilaian atas budaya seseorang, serta penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain. Berbagai pengertian mengenai multikulturalisme tersebut dapat ddisimpulkan bahwa inti dari multikulturalisme adalah mengenai penerimaan dan penghargaan terhadap suatu kebudayaan, baik kebudayaan sendiri maupun kebudayaan orang lain. Setiap orang ditekankan untuk saling menghargai dan menghormati setiap kebudayaan yang ada di masyarakat. Apapun bentuk suatu kebudayaan harus dapat diterima oleh setiap orang tanpa membeda-bedakan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain.
Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Menurut kondisi geografis, Indonesia memiliki banyak pulau dimana stiap pulau tersebut dihuni oleh sekelompok manusia yang membentuk suatu masyarakat. Dari masyarakat tersebut terbentuklah sebuah kebudayaan mengenai masyarakat itu sendiri. Tentu saja hal ini berimbas pada keberadaan kebudayaan yang sangat banyak dan beraneka ragam.
Dalam konsep multikulturalisme, terdapat kaitan yang erat bagi pembentukan masyarakat yang berlandaskan bhineka tunggal ika serta mewujudkan suatu kebudayaan nasional yang menjadi pemersatu bagi bangsa Indonesia. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat berbagai hambatan yang menghalangi terbentuknya multikulturalisme di masyarakat.
Multikultural dapat terjadi di Indonesia karena:
 1. Letak geografis indonesia
 2. perkawinan campur
 3. iklim

Referensi  : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme

Akulturasi Psikologis



Nama   : Nurulia Septyarini Fazria
Npm    : 18510910
Kelas   : 3PA01
Tema   : Akulturasi Psikologis


Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa.
Akulturasi menurut para ahli:
1.  Harsoyo
Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus; yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya.
2. Koentjaraningrat
Akulturasi adalah proses sosial yang terjadi apabila kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada kebudayaan asing yang berbeda, sehingga unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah di dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.
3. Lauer
Akulturasi dapat digambarkan sebagai pola penyatuan antara dua kebudayaan, penyatuan antara dua kebudayaan, penyatuan disini tidak berarti bahwa kesamaannya lebih banyak dari pada perbedaannya, namun berarti kedua kebudayaan yang saling berinteraksi menjadi semakin serupa dibanding sebelum terjadinya kontak antar keduanya.(Lauer,1989:402-407).

Psikologis
Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagai ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.
Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli
1.  Psikologi menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
2.  Psikologi menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
3.  Pengertian Psikologi menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebagainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Akulturasi Psikologis
Jadi, dapat disimpulkan bahwa alkulturasi psikologis yaitu suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan perilaku tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu perilaku asing. Perilaku asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam perilakunya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur periaku kelompok sendiri. Singkatnya terdapat perpaduan antara perilaku sendiri dengan perilaku asing, tanpa menghilangkan unsur perilaku kelompok sendiri.


Referensi :
http://dwiputriulfah.blogspot.com/2012/11/akulturasi-psikologis.html



November 15, 2012

live SMTOWN concert 2012 :))


Libur-libur gini enaknya ngapain yaah, binguuuung ??
yeah now it's a lazy time *teng tereng tereeeeng 
seharian ini ga ngapa-ngapain cuma makan, nonton tv, baca majalah, guling-gulingan dikamar, lanjut karokean gaje, heheeee
selesai, dan tiba-tiba kepikiran pengen ngeblog terus langsung terlintas mau ngeshare hangout beberapa bulan lalu, hehe.
Bosen kaaan ini blog isinya tugas kuliaaaahhh mulu, hehee

hohohooooo sodara-sodara udah tau kan apa yang bakal saya tulis sekarang, dari judul ini postingan juga udah jelas.
Yapp, salah satu pengalaman yang ga akan pernah saya lupain itu ketika saya nonton live konser SMTOWN 2012 di GBK, yang tepatnya tanggal 22 September 2012 seminggu setelah ulang tahun saya, hehe. Pastinya bareng tayang-tayang ku aca, sesan, isna, dan tika, hehe. 

dari kiri: tika, uyung, isna, sesan, aca



Mau tau siapa aja artis-artisnya ?? Pastinya ada Super Junior, SNSD, TVXQ, Shinee, f(x), EXO, Boa, dan juga Kangta.
Pertama kali ni nonton konser besar yang penontonnya beribu-biru jiwa, hehee ga tau tepatnya berapa. Sebelumnya kan nonton konser kecil-kecil aja kaya cangcuters, sheila on7, sama pensi d sekolah Gfnya souldjah. Makanya ga kebayang bisa ikut ngeriung bareng para elf, sone, dll di gbk.

Jadi awal mula ceritanya gini, 
Belum lama ini saya lagi suka sama boyband korea Super Junior, karena pertama liat mvnya yang berjudul bonamana, terus nontonin reality shownya sumpah gokil-gokil banget, terus cerita-cerita bareng aca sesan dan kayanya saya terinfeksi virus dari mereka, hehe. Lama-lama ketertarikan saya sama suju makin besar. Dan karena suju, dipertemukanlah saya dengan isna a.k.a adiknya sesan dan tika a.k.a temen temennya aca.
Balik lagi ke topik kita live konser yah.
Nah ternyata SM Entertainment ngadain konser dunia, salah satu negara yang dikunjungi yaitu Indonesia dan ngedadak banget, kayanknya sebulan dari kabar yang saya tahu dari si aca. Dah tu yaa, sebelumnya mah saya ga kepikiran tuuh mau ikut nonton sama aca sesan, berhubung masih sayang uang daan yaaah you know laaah, hehe. Terus si aca sesan juga masih pesimis, labil apa lagi mau nonton apa ngga.

Tapiii, ketika suatu hari aca ngajak nonton gathering k-pop disebuah mall jakarta, secara hadiahnya tiket nonton smtown dan bigbang boo, jadi itu salah satu cara buat ngedapetin tiket murah yang cuma modal 50rb, tp nyatanya kita kecewa, fufufu.
Di akhir acara gathering itu ditayangin cuplikan-cuplikan dari konser SM dan bigbang nanti, jelas disitu rame abis dan saya ama aca secara spontan teriak-teriak histeris liat itu cuplikan *sekalian ngeluapin teriakan kalo-kalo si aca ga jadi nonton SMTOWN dan saya selalu mendampingi tayang ku aca, hahahaaa *hoekksss 
Nah dari situ saya sama aca langsung bulat tekadnya dan memperkuat niat kita buat nonton konser SMTOWN, akhirnya si aca nekat beli tiket SM hari itu juga di gerai mall tempat kami gathering. Disepanjang perjalanan pulang udah tu ga abis-abisnya mikirin saya harus gimana dan karena apa nonton itu konser.
Alasan saya sih simple, ga lama lagi saya genap 20tahun saat itu, terus mau rayain ultah bareng anak-anak suju dan kyuhyun intinya, hohoo. Mikiir papa saya kan baik, kalo minta nonton konser untuk sekali seumur hidup*tapi mau lagi, terus karena ulang tahun*senjata banget, masa ga di kasih 
Sampe rumah langsung sms si papa yang kebetulan lagi diluar kota dan minta izin mama pastinya.
Naah sampailah kita di troublenya, bener aja mamah saya ga ngizinin saya nonton konser *dugaan saya tepat sekali, dengan alasan-alasan yang katanya ga bermanfaat, hahaha. Yaah dari yang 100% jadi 20% deh niatnya, secara saya bisa ngebatalin niat kalo sama sekali ga dapet restu dari emak, hehe. 
Tapiii kalo ga ada kejadian ini saya ga mungkin ada di gbk tgl 22 September waktu itu.
Jadi gini ceritanya, 
" Waktu saya lagi minta izin buat nonton konser smtown malem-malem tuh, mama saya juga uda siap mau ke pulau kapuk, si dina udah pules, saya ujuk ujuk dengan kata-kata yang berliku-liku belok sana belok sini ga tepat pada sasaran intinya, akhirnya mama sayanya marah, dan nyuruh saya keluar dari kamarnya karena mau tidur, eh pintunya d kunciin. Disitu saya berasa sediiiiiihhh banget, anaknya mau ngomong tapi ibunya ga mau ngasih kesempatan anaknya buat ngomong, malah kamarnya dikunci, nangislah saya disitu akhirnya, hahahaaaa *cengeng banget yaaah. tapi jelas aja si saya marah wong saya ngerengek-rengek waktu orang mau tidur udah malem. Eh pas banget papa saya telfon, saya angkat dengan suara yang masih tersedu-sedu. Terus papa saya bilang "kenapa?? yaudah beli tiketnya beli" wahahaaaa papa saya kira, saya nangis karena konser SM padahal kan karena ga boleh masuk kamar sama, hihihiiii gue tuh spontan abis nangis ketawa makan gula jawa, hahaaa." gitu ceritanya

Hambatan pertama terselesaikan, jangan salah masih ada hambatan lainnya.
kali ini hambatanya dari diri saya sendiri lho, saya jatuh pada kegalauan tingkat dewa.
saya jadi galauuuu nonton apa ngga, karena saya mikir lagi saya harus ini itu dll, saya ga ada abis2nya mikir nonton ngga nonton ngga nonton ngga, saya ga tidur mencoba tidur tapi ga bisa, sampe adzan subuh pun tiba. Dan akhirnya jawaban saya "iya" mau nonton konser smtown. Papa saya udah ngizinin dan mamah saya pun akhirnya bilang terserah asal bisa tanggung jawab kalo ada apa-apa. Hmm, serem sih sama ultimatum mama tapi saya jadi termotivasi, hohooo.

Izin orang tua beres, hambatan ketiga dataaang.
Karena hari H konser udah semakin dekat, saya dan sesan juga mau mempercepat buat beli tiketnya.
kita niat hari selasa mau beli tiketnya pulang dari saya ngajar, ternyata saya dan sesan dikasih sebungkus sembako dari tempat saya ngajar, kalo enteng sih gapapa kita bawa pergi tapi ini beraaat, terus kita mikir ini sembako mau ditaroh mana, dan dari idenya sesan titip sembako di pusat perbelanjaan, hahahaaa mbaknya udah curiga dan karena saya ga bisa boong yah gagallah kita buat nitip sembako disitu, malah jadinya sesan yang beli box di pusat perbelanjaan itu. Dan satu-satunya cara, kerumah sesan buat naroh sembakonya, terus sampe dirumah sesan udah jam3 aja dan sayanya juga kecapean karena gotong2 sembako, karena waktu sudah tak memungkinkan akhirnya kita mengurungkan niat kita buat beli tiket. Disitu saya sempet kefikiran, apa emang ga diridhoi yah nonton konser SMTOWN, hiks hiks

Entah hari rabu atau kamis saya lupa akhirnya kami berempat saya, sesan, aca dan satu lagi tika beli deh tiketnya. Memang apapun itu, sebaiknya ga boleh dilakukan dengan terburu-buru apalagi gegabah, karena masih ada hari esok. Santai kaya dipantai selow kaya dipulau, hahahaaa. Kalo kita beli tiket hari selasa saya ga kenal sama teman baru saya sitika, hehe.
Yeeee akhirnya tiket samapi ditangan saya dan ga lupa foto, hehe. 


rencana pun kami buat dengan sebaik-baiknya untuk tanggal 22september nanti. Dan saya benar-benar jaga kondisi fisik, ga lucu kan kalo pas hari H saya tiba-tiba sakit, hehe.

Dan akhirnya hari H pun datang. Iya, tanggal 22september kemari
Persiapan mulai dari apa yang harus dibawa, bekal, baju yang dipakai, air, sama cemil-cemilan. 
Dan jeng jeng jeeeeeng saya sudah siap berangkat, cekidot



Start jam 11 berangkat dari rumah aca, waaaahh ga kebayang akhirnya jadi juga saya nonton konser padahal sebelumnya saya ga kepikiran sama sekali, hehe. Termasuk keputusan yang singkat.
Sekitar jam 12 saya dan yang lain sampai digbk, belum keluar dari mobil kita isi perut dulu untuk tenaga sampai malam. Selesai, udah tuh terus kita keliling2 gbk buat beli lighstick, souvenir dan oleh-oleh. Awalnya ga mau beli baju SM tapi karena yang lain beli saya ikutan deh, hehe.
Yeeeeeyyyy sekitar jam 2 kita udah masuk ke gbk, tapi makan dan minuman yg kita bawa disita-sitain, mubazir deh jadinyaaa, huhuuu.
Sebelum antree buat masuk tribun kita solat sama ketoilet dl ga ketinggalan, hehe. 
hmm antrean tribun saya udah lumayan panjang,  yaudah dengan sabar kita nunggu, hampir satu jam dari berdiri, duduk, berdiri lagi, nah pas antrean udah dibuka mulai deh kebiasaan orang indonesia antrenya ga tertib alias dari segala arah. Waaaahh udah tuh ga lepas pegangan sama aca, hehe.
masuk tribun minuman yg udah beli d dalem gbk juga di sitain lagi, biar ga banyak sampah kali ya itu stadion.Dan alhasil saya beli aqua detik2 konser mau mulai, dari lantai paling atas kelantai paling bawah seharga 10rb pula, paraaaaahhhh abangnya mau naik haji tu kayanya.
Setelah perjuangan saya yang panjang akhirnya saya bisa duduk manis ngeliat panggung didepan mata, kala itu masih sore, waaaw poster2 anak-anak SM besar-besar bangeeeettt. Penasaran sama kyuhyun victoria, hehe. Nih panggungnya, cekidot




Waaaaawww daebaaaakkk, konser SMTOWN daebaaakkk.
ga nyesel saya nontonnya, konser yang berdurasi 4jam dari jam7 sampai jam 11malam itu keren bangeeeett.
Konser dibuka dengan perform dari f(x) membawa lagu hot summer *mentang2 indonesia panas yauuuhh
apalagi waktu suju perform, booming hehehee. Padahal teriak histeris kyuhyuuuuuuuunnn taemiiiiiinn tapi rasa haus laper jadi ga terasa.
Waktu liat kyuhyun duet sama cangmin nyanyi just the way you are, waw amazing, saya langsung kehipnotis.
Kasmaran itu kalo udah ketemu mata sama kyuhyun, didadahin lagi, hahahaaaa *aduuuh apa ini
terus waktu tvxq nyanyi keep your head down itu rasanyaaaaaa 
ckck anak2 SNSD itu cantiknyaaaa *sayangnya banyak yang oplas sih. 
hmm blue ocean, semua didominasi biru, cekidot


Performnya suju






wahahaaaa sampe sekarang masih ngakak kalo inget saya teriak2 kyuhyun dan taemin terus, nadanya ampuuuunn, teriak tapi kaya orang kejepit, 'ta-e-miiiiiiinnn' , 'itu itu ituuuuu', nunjuk2 sampe lighstick yang saya pegang kena kepala orang *bagusnya ga diomelin, hehe. Ngakak kalo denger teriakannya tika yang datar 'aaaaaa' aduh gimana ya gambarinnya, hoho. Pokonya nagih banget deh nonton konser tuh. 
Hmm ga berasa 4 jam konser berlangsung, lama juga kan tapi saking nikmatin konsernya sampe ga berasa gitu, hehe.
Konser ditutup dengan semua artis yang nyanyi bareng daaan kita pun pulaang. 

narsis dulu sebelum pulang, hehe
Alhamdulilah semua lancar, sampai rumah dengan selamat, hmm berkesan deh, ga akan dilupain buat cerita suami dan anak-anak kelak heheheee..
oke, cukup sampai disini aja ceritanya, heheeee. Cerita lengkapnya bisa sepanjang tembok cina, hihii.
heheeee live SMTOWN concert daebaaaaakkkk !!! jadi kado terindah di ulang tahun yang ke20 deh, hehe.




October 26, 2012

Akulturasi dan Relasi Internakulturasi

Nama   : Nurulia Septyarini Fazria
Npm    : 18510910
Kelas   : 3PA01
Makul  : Psikologi Lintas Budaya

Akultrasi dan Relasi Akuturasi

Pengertian Akulturasi

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri. Contoh akulturasi: Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga menge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa.

Menurut Harsoyo,  akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus, yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya.
Contohnya yaitu di Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, kabupaten Deli Serdang, di kenal dengan mayoritas penduduknya adalah suku Jawa. Disana ada seorang chinese yang dapat berbahasa Jawa. Pembaruannya dengan lingkungan ternyata tidak membuatnya meninggalkan kebudayaannya. Ketika ia berbicara dengan sesama chinese, ia menggunakan bahasa cina kembali.


Pengertian Relasi Internakultural

Relasi Internakultural adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Menurut Stewart L. Tubbs, komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras,etnis, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi).Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
Hamid Mowlana menyebutkan komunikasi antarbudaya sebagai human flow across national boundaries. Misalnya; dalam keterlibatan suatu konfrensi internasional dimana bangsa-bangsa dari berbagai negara berkumpul dan berkomunikasi satu sama lain. Sedangkan Fred E. Jandt mengartikan komunikasi antarbudaya sebagai interaksi tatap muka di antara orang-orang yang berbeda budayanya.

Akulturasi dan Relasi Internakultural

Jadi Akulturasi dan Internakultural memiliki kaitan yang saling berhubungan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa pengertian akulturasi itu sendiri yaitu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Proses penerimaan kebudayaan ini tidak akan jadi tanpa adanya komunikasi antar budaya (internakultural), karena tanpa adanya komunikasi maka tidak akan terjadi yang namanya pertukaran budaya, dalam komunikasi ini akan terjadi proses saling mempengaruhi antara satu budaya dengan budaya lainnya sehingga terjadilah suatu akulturasi pada suatu kebudayaan.


Referensi :

October 11, 2012

Transmisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan


Nama   : Nurulia Septyarini Fazria
Npm    : 18510910
Kelas   : 3PA01
Mata kuliah : Psikologi Lintas Budaya
Tema2         : Transmisi budaya dan biologis serta awal perkembangan dan pengasuhan

Transmisi Budaya dan Biologis serta Awal Perkembangan dan Pengasuhan

Pengertian Transmisi budaya
            Transmisi budaya merupakan kegiatan pengiriman atau penyebaran pesan dari generasi yang satu ke generasi yang lain tentang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah. Budaya nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, aturan-aturan dan norma-norma yang melingkupi suatu kelompok masyarakat akan mempengaruhi sikap dan tindakan individu dalam masyarakat tersebut. Sikap dan tindakan individu dalam suatu masyarakat dalam beberapa hal yang berkaitan dengan nilai, keyakinan aturan dan norma akan menimbulkan sikap dan tindakan yang cenderung homogen. Artinya, jika setiap individu mengacu pada nilai, keyakinan, aturan dan norma kelompok, maka sikap dan perilaku mereka akan cenderung seragam. Misalnya dalam suatu masyarakat ada aturan mengenai bagaimana melakukan pernikahan sehingga laki-laki dan perempuan dapat disahkan sebagai suami istri. Ketika anggota masyarakat akan menikah, maka proses yang dilalui oleh anggota masyarakat itu akan cenderung sama dengan anggota masyarakat yang lainnya.
            Interaksi antar anggota masyarakat yang berbeda latar belakang budayanya semakin intens. Oleh karena itu, dalam proses transmisi budaya dari generasi ke generasi, proses adaptasi budaya lain sangat dimungkinkan. Misalnya proses difusi budaya populer di Indonesia terjadi sepanjang waktu. Kita bisa melihat bagaimana remaja-remaja di Indonesia meniru dan menjalani budaya populer dari negara-negara Barat, sehingga budaya Indonesia sudah tidak lagi dijadikan dasar dalam bersikap dan berperilaku. Proses seperti inilah yang disebut bahwa budaya mengalami adaptasi dan penetrasi budaya lain. Dalam hal-hal tertentu adaptasi budaya membawa kebaikan, tetapi di sisi lain proses adaptasi budaya luar menunjukkan adanya rasa tidak percaya diri dari anggota masyarakat terhadap budaya sendiri.

Bentuk-Bentuk Transmisi Budaya
  • Enkulturasi
Enkulturasi adalah proses penerusan kebudayaan dari generasi yang satu kepada generasi berikutnya selama hidup seseorang individu di mulai dari institusi keluarga terutama tokoh ibu. Enkulturasi mengacu pada proses dengan mana kultur (budaya) ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
  • Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.
Akulturasi mengacu pada proses dimana kultur seseorang dimodifikasi melalui kontak atau pemaparan langsung dengan kultur lain. Misalnya, bila sekelompok imigran kemudian berdiam di Amerika Serikat (kultur tuan rumah), kultur mereka sendiri akan dipengaruhi oleh kultur tuan rumah ini. Berangsur-angsur, nilai-nilai, cara berperilaku, serta kepercayaan dari kultur tuan rumah akan menjadi bagian dari kultur kelompok imigran itu. Pada waktu yang sama, kultur tuan rumah pun ikut berubah.
  •  Sosialisasi
Sosisalisasi adalah proses pemasyarakatan, yaitu seluruh proses apabila seorang individu dari masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal, dan menyesuaikan diri dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Menurut Soerjono Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia menjadi anggota


Pengaruh Terhadap Perkembangan Psikologi Individu
  • Pengaruh Sosialisasi terhadap perkembangan psikologi individu
Beberapa teori perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
  • Pengaruh Akulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Akulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Akulturasi terjadi karena sekelompok orang yang berangsur-angsur mengikuti cara atau peraturan di dalam lingkup yang menjadi tempat tinggalnya sekarang . Contoh : bali kaya akan budaya sehingga banyak menarik minat para touris untuk berkunjung ke bali dan bahkan sampai banyak touris yang menikah dengan orang bali, maka mau tidak mau ketika acara pernikahanya orang touris tersebut harus mengikuti adat bali untuk menghargai tradisi bali.
  • Pengaruh Enkulturasi terhadap perkembangan psikologi individu
Enkulturasi mempengaruhi perkembangan psikologi individu melalui proses belajar dan penyesuaian alam pikiran dan sikap individu dengan sistem norma, adat, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaannya. Manusia tidak bisa terlepas melalui proses belajar karena dengan proses itu kita tahu banyak hal serta dengan kita menyesuaikan diri dengan alam maka alampun akan memberi energi positif buat kita sehingga dapat menjadi individu yang baik.


Awal Perkembangan dan Pengasuhan
            Transmisi budaya dapat terjadi tergantung dari awal perkembangan dan pengasuhan yang terjadi pada masing-masing  individu orangtua. Dimana proses seperti Enkulturasi ataupun Akulturasi yang mempengaruhi perkembangan psikologis individu tergantung bagaimana individu mendapat pengasuhan seperti kasus anak yang ibunya bekerja maka dengan terpaksa anak tersebut di asuh oleh pembantu rumah tangga atau baby sister sehingga secara otomatis anak tersebut akan lebih dekat dengan pembantu rumah tangga atau baby sister dikarenakan yang anak lihat sehari-hari itu pembantu rumah tangga atau baby sister.
Maka jangan kaget anak jika tiba- tiba anak bertingkah aneh atau berkata – kata asing pada orangtuannya itu dikarenakan mungkin karena mereka menirukan gaya bahasa atau tingkah laku yang di gunakan oleh pembantu rumah tangga atau baby sister itu selama mengasuh si anak itu dan bagaimana lingkungan yang diterimanya. Dengan demikian dalam hidup dan kehidupannya manusia selalu mengadakan kontak dengan manusia lain. Karena itu manusia sebagai individu juga merupakan makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat.


Referensi:
http://defikadebi.blogspot.com/2012/10/transmisi-budaya-dan-biologis-serta.html